{"id":1177,"date":"2022-09-03T09:12:26","date_gmt":"2022-09-03T09:12:26","guid":{"rendered":"https:\/\/themommycorner.com\/?p=1177"},"modified":"2022-09-08T01:02:44","modified_gmt":"2022-09-08T01:02:44","slug":"absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/","title":{"rendered":"Absorbent Mind"},"content":{"rendered":"\n<p>Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka. Segala sesuatu yang berasal dari lingkungan diterima, diproses, dan disimpan dalam sel-sel otak dengan mudah atau tanpa effort. Kemampuan ini dimulai dari saat lahir dan berlangsung sampai usia sekitar enam tahun<\/p>\n\n\n\n<p>Kita sebagai orang dewasa sering berpikir bahwa bayi itu tidak berdaya, tidak mampu belajar, dan hanya menangis sebagai cara untuk berkomunikasi. Tetapi kita tahu bahwa selama dua tahun pertama, bayi yang baru lahir dapat mengangkat dan menopang kepala mereka, duduk, berguling, merangkak, berjalan, berlari, dan menyerap bahasa tanpa pengajaran dan usaha langsung. Inilah yang disebut Dr. Montessori sebagai &#8216;Absorbent Mind&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-vivid-cyan-blue-color has-text-color\"><em>&#8220;The child has a mind able to absorb knowledge.&nbsp; He has the power to teach himself.&#8221; &#8211; Maria Montessori, The Absorbent Mind, p. 5<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-vivid-cyan-blue-color has-text-color\"><em>\u201cIt may be said that we acquire knowledge by using our minds; but the child absorbs knowledge directly into his psychic life. Simply by continuing to live, the child learns to speak his native tongue. A kind of mental chemistry goes on within him\u2026Impressions do not merely enter his mind; they form it. They incarnate themselves in him. The child creates his own \u2018mental muscles,\u2019 using for this what he finds in the world about him. We have named this type of mentality, <strong>The Absorbent Mind<\/strong>.\u201d \u2014 Maria Montessori, The Absorbent Mind, p. 5, p. 26<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Dr Montessori, Absorbent Mind dapat dibagi menjadi dua tahap: <\/p>\n\n\n\n<p>1. Tahap Tidak Sadar\/Unconsciuos Stage&nbsp; (0-3)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Tahap Sadar\/Conscious Stage (3-6).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-luminous-vivid-orange-color has-text-color has-medium-font-size\">1. Tahap Tidak Sadar\/Unconsciuos Stage (dari usia 0-3 tahun)<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Selama tahap ini, anak -anak di usia ini menyerap informasi secara tidak sadar. Mereka belajar duduk, berdiri, berjalan, berbicara tanpa menyadarinya.&nbsp;<\/li><li>Mereka melihat segala sesuatu tanpa mendiskriminasi atau memilih.&nbsp;<\/li><li>Selama periode ini, mereka cenderung meniru apa yang dilihatnya.&nbsp;<\/li><li>Kekuatan bawah sadar tidak memiliki maksud atau tujuan tertentu, misalnya bayi yang berbaring telentang, dia sedang memperkuat otot dan tulang punggungnya, tetapi dia tidak menyadari tujuannya. Dia bertindak hanya dengan hukum alam.&nbsp;<\/li><li>Selama periode ini, mereka juga memperoleh bahasa dari lingkungan.&nbsp;<\/li><li>Mereka mengasimilasi tradisi-tradisi di sekitarnya yang kemudian menjadi bagian dari dirinya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-luminous-vivid-orange-color has-text-color has-medium-font-size\">2. Tahap Sadar\/Conscious Stage (3-6).<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Dari usia tiga hingga kira-kira enam tahun, anak-anak memasuki tahap perkembangan sadar. Mereka masih memiliki pikiran seperti spons yang menyerap informasi dengan mudah, tetapi sekarang mereka secara sadar akan mencari pengalaman tertentu.&nbsp;<\/li><li>Anak-anak dalam fase ini akan mengembangkan kemampuan mereka yang baru. Mereka cenderung mempelajari hal-hal seperti pengurutan\/sequencing, matematika, musik, huruf, yang semuanya pada akhirnya mengarah pada keterampilan matematika, membaca, dan menulis.&nbsp;<\/li><li>Mereka juga akan terus menyempurnakan kontrol gerakan, keseimbangan, dan mekanisme fisik dasar selama fase ini.&nbsp;<\/li><li>Anak-anak dalam tahap perkembangan sadar akan menunjukkan keinginan (dan sering kali intens) untuk membuat pilihan bagi diri mereka sendiri dan untuk menyelesaikan tugas secara mandiri. Maria Montessori menyebut ini sebagai tahap &#8216;bantu saya melakukannya sendiri&#8217;.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-vivid-cyan-blue-color has-text-color\"><em>\u201cHis intelligence no longer develops merely by existing; it needs a world of things which provide him with motives for activity, for in this formative period there are further psychological developments which have to take place.\u201d&nbsp;Montessori, Maria, The Absorbent Mind, page 153<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sponge.png?resize=439%2C263&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-1181\" width=\"439\" height=\"263\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption>Pikiran anak seperti spons yang menyerap segala sesuatu di lingkungannya.<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dr. Montessori menggunakan dua analogi untuk menggambarkan pikiran anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Dalam analogi pertama, dia menggunakan spons untuk menggambarkan pikiran anak. Pikiran anak seperti spons yang menyerap segala sesuatu di lingkungannya. Jika anda memasukkan spons ke dalam mangkuk berisi air, apa yang akan terjadi pada spons? Spons itu akan menyerap air, dan jika anda memasukkan spons ke dalam air kotor, spons menyerap air kotor. Jika anda memasukkan spons ke dalam air bersih, spons menyerap air bersih. Akibatnya, anak menjadi apa yang dia serap di lingkungannya. Inilah sebabnya mengapa kita perlu memberi anak lingkungan yang mendukung untuk perkembangan anak, mencontohkan perilaku yang sesuai, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?resize=434%2C331&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-1175\" width=\"434\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?resize=1024%2C782&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?resize=300%2C229&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?resize=768%2C586&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?resize=1140%2C870&amp;ssl=1 1140w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/camera-32871_1280.png?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 434px) 100vw, 434px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption>Pikiran anak bersifat objektif, seperti kamera, menangkap segala sesuatu, termasuk setiap detail yang tidak kita sadari<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dalam analogi kedua, Dr. Montessori menggunakan kamera (zaman sebelum kamera digital) untuk membandingkan pikiran anak-anak dan pikiran orang dewasa. Pikiran anak bersifat objektif, seperti kamera, menangkap segala sesuatu, termasuk setiap detail yang tidak kita sadari (perilaku dan bahasa yang baik atau buruk). Untuk melihat hasil gambarnya, kita harus bersabar menunggu sampai filmnya berkembang dan hasil gambarnya keluar. Sebaliknya, pikiran orang dewasa lebih subjektif, seperti lukisan. Seorang seniman dapat memilih, atau mengubah detail tertentu dari lukisan yang dia lukis, tetapi seniman tidak mampu menempatkan setiap detail kecil dilukisannya seperti apa yang dapat dilakukan oleh kamera.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka. Segala sesuatu yang berasal dari lingkungan diterima, diproses, dan disimpan dalam sel-sel otak dengan mudah atau tanpa effort. Kemampuan ini dimulai dari saat lahir dan berlangsung sampai usia sekitar enam tahun Kita sebagai orang dewasa sering berpikir bahwa bayi itu tidak berdaya, tidak mampu belajar, dan hanya menangis sebagai cara untuk berkomunikasi. Tetapi kita tahu bahwa selama dua tahun pertama, bayi yang baru lahir dapat mengangkat dan menopang kepala mereka, duduk, berguling, merangkak, berjalan, berlari, dan menyerap bahasa tanpa pengajaran dan usaha langsung. Inilah yang disebut Dr. Montessori sebagai &#8216;Absorbent Mind&#8217;. &#8220;The child has a mind able to absorb knowledge.&nbsp; He has the power to teach himself.&#8221; &#8211; Maria Montessori, The Absorbent Mind, p. 5 \u201cIt may be said that we acquire knowledge by using our minds; but the child absorbs knowledge directly into his psychic life. Simply by continuing to live, the child learns to speak his native tongue. A kind of mental chemistry goes on within him\u2026Impressions do not merely enter his mind; they form it. They incarnate themselves in him. The child creates his own \u2018mental muscles,\u2019 using for this what he finds in the world about him. We have named this type of mentality, The Absorbent Mind.\u201d \u2014 Maria Montessori, The Absorbent Mind, p. 5, p. 26 Menurut Dr Montessori, Absorbent Mind dapat dibagi menjadi dua tahap: 1. Tahap Tidak Sadar\/Unconsciuos Stage&nbsp; (0-3)&nbsp; 2. Tahap Sadar\/Conscious Stage (3-6). 1. Tahap Tidak Sadar\/Unconsciuos Stage (dari usia 0-3 tahun) Selama tahap ini, anak -anak di usia ini menyerap informasi secara tidak sadar. Mereka belajar duduk, berdiri, berjalan, berbicara tanpa menyadarinya.&nbsp; Mereka melihat segala sesuatu tanpa mendiskriminasi atau memilih.&nbsp; Selama periode ini, mereka cenderung meniru apa yang dilihatnya.&nbsp; Kekuatan bawah sadar tidak memiliki maksud atau tujuan tertentu, misalnya bayi yang berbaring telentang, dia sedang memperkuat otot dan tulang punggungnya, tetapi dia tidak menyadari tujuannya. Dia bertindak hanya dengan hukum alam.&nbsp; Selama periode ini, mereka juga memperoleh bahasa dari lingkungan.&nbsp; Mereka mengasimilasi tradisi-tradisi di sekitarnya yang kemudian menjadi bagian dari dirinya. 2. Tahap Sadar\/Conscious Stage (3-6). Dari usia tiga hingga kira-kira enam tahun, anak-anak memasuki tahap perkembangan sadar. Mereka masih memiliki pikiran seperti spons yang menyerap informasi dengan mudah, tetapi sekarang mereka secara sadar akan mencari pengalaman tertentu.&nbsp; Anak-anak dalam fase ini akan mengembangkan kemampuan mereka yang baru. Mereka cenderung mempelajari hal-hal seperti pengurutan\/sequencing, matematika, musik, huruf, yang semuanya pada akhirnya mengarah pada keterampilan matematika, membaca, dan menulis.&nbsp; Mereka juga akan terus menyempurnakan kontrol gerakan, keseimbangan, dan mekanisme fisik dasar selama fase ini.&nbsp; Anak-anak dalam tahap perkembangan sadar akan menunjukkan keinginan (dan sering kali intens) untuk membuat pilihan bagi diri mereka sendiri dan untuk menyelesaikan tugas secara mandiri. Maria Montessori menyebut ini sebagai tahap &#8216;bantu saya melakukannya sendiri&#8217;. \u201cHis intelligence no longer develops merely by existing; it needs a world of things which provide him with motives for activity, for in this formative period there are further psychological developments which have to take place.\u201d&nbsp;Montessori, Maria, The Absorbent Mind, page 153.&nbsp; Dr. Montessori menggunakan dua analogi untuk menggambarkan pikiran anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Dalam analogi pertama, dia menggunakan spons untuk menggambarkan pikiran anak. Pikiran anak seperti spons yang menyerap segala sesuatu di lingkungannya. Jika anda memasukkan spons ke dalam mangkuk berisi air, apa yang akan terjadi pada spons? Spons itu akan menyerap air, dan jika anda memasukkan spons ke dalam air kotor, spons menyerap air kotor. Jika anda memasukkan spons ke dalam air bersih, spons menyerap air bersih. Akibatnya, anak menjadi apa yang dia serap di lingkungannya. Inilah sebabnya mengapa kita perlu memberi anak lingkungan yang mendukung untuk perkembangan anak, mencontohkan perilaku yang sesuai, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Dalam analogi kedua, Dr. Montessori menggunakan kamera (zaman sebelum kamera digital) untuk membandingkan pikiran anak-anak dan pikiran orang dewasa. Pikiran anak bersifat objektif, seperti kamera, menangkap segala sesuatu, termasuk setiap detail yang tidak kita sadari (perilaku dan bahasa yang baik atau buruk). Untuk melihat hasil gambarnya, kita harus bersabar menunggu sampai filmnya berkembang dan hasil gambarnya keluar. Sebaliknya, pikiran orang dewasa lebih subjektif, seperti lukisan. Seorang seniman dapat memilih, atau mengubah detail tertentu dari lukisan yang dia lukis, tetapi seniman tidak mampu menempatkan setiap detail kecil dilukisannya seperti apa yang dapat dilakukan oleh kamera.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1187,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","om_disable_all_campaigns":false,"_mi_skip_tracking":false},"categories":[77,83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-03T09:12:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-08T01:02:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Picture-1-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"166\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"198\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/\",\"name\":\"Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-09-03T09:12:26+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-08T01:02:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\"},\"description\":\"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Absorbent Mind\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\",\"name\":\"The Mommy Corner\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"The Mommy Corner\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/themommycorner.com\"],\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner","description":"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner","og_description":"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.","og_url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/","article_published_time":"2022-09-03T09:12:26+00:00","article_modified_time":"2022-09-08T01:02:44+00:00","og_image":[{"width":166,"height":198,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Picture-1-1.png","type":"image\/png"}],"author":"The Mommy Corner","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Themommycorner1","twitter_site":"@Themommycorner1","twitter_misc":{"Written by":"The Mommy Corner","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/","url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/","name":"Absorbent Mind - Montessori - The Mommy Corner","isPartOf":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website"},"datePublished":"2022-09-03T09:12:26+00:00","dateModified":"2022-09-08T01:02:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4"},"description":"Absorbent Mind disebut Maria Montessori sebagai kemampuan anak untuk menyerap semua informasi melalui lingkungan dan pengalaman mereka.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/03\/absorbent-mind-montessori-the-mommy-corner\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/themommycorner.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Absorbent Mind"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website","url":"https:\/\/themommycorner.com\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4","name":"The Mommy Corner","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","caption":"The Mommy Corner"},"sameAs":["http:\/\/themommycorner.com"],"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Picture-1-1.png?fit=166%2C198&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":2366,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/28\/kepercayaan-dasar-mengasuh-bayi-dengan-metode-montessori\/","url_meta":{"origin":1177,"position":0},"title":"Kepercayaan Dasar","date":"November 28, 2022","format":false,"excerpt":"Hadiah terbaik untuk bayi Anda pada tahun pertama bukanlah materi, tapi psikologis. Hadiah psikologis ini adalah dengan memberi mereka kepercayaan dasar.\u00a0 Dua kepercayaan dasar ini adalah: Kepercayaan pada lingkungan Kepercayaan pada diri sendiri Dua kepercayaan dasar ini hanya dapat diberikan pada tahun pertama dan hanya dalam kondisi yang tepat. Kepercayaan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/baby-822560_1280.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1019,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/02\/periode-sensitif-periode-sensitif-montessori-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1177,"position":1},"title":"Periode Sensitif","date":"September 2, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah Periode Sensitif ? Periode sensitif bukanlah periode dimana anak merasa sangat sensitif dengan perasaan mereka. Jika Anda megikuti filosofi Maria Montessori, pastinya istilah \u2018Periode Sensitif\u2019 sudah tidak asing lagi. Istilah \u201cperiode Sensitif\u2019 awalnya digunakan oleh seorang Ahli Biologi dan kemudian diterapkan oleh Maria Montessori untuk membantu perkembangan pada manusia.\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/child-4169694_640.jpg?fit=640%2C423&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2140,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/15\/apa-yang-sudah-bisa-bayi-rasakan-saat-di-kandungan-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1177,"position":2},"title":"Apa Yang Sudah Bisa Bayi Rasakan Saat Di Kandungan?","date":"November 15, 2022","format":false,"excerpt":"Apa yang sudah bisa bayi rasakan saat di kandungan? Bahkan di dalam rahim, kehidupan bayi sudah berlangsung, dan kita bisa belajar banyak dari mereka dan tentang mereka.\u00a0Sudah banyak yang diserap bayi di dalam rahim melalui indera mereka yang sedang berkembang. Mereka tidak pasif. Kita dapat mengamati bagaimana bayi merespons rangsangan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/embryo-159690_1280.png?fit=1200%2C1032&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1689,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/27\/perkembangan-otak-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1177,"position":3},"title":"Perkembangan Otak Bayi","date":"September 27, 2022","format":false,"excerpt":"Perkembangan otak bayi merupakan salah satu fase yang sangat penting pada pertumbuhan janin dalam kandungan.\u00a0 Antara masa konsepsi hingga usia tiga tahun, otak anak mengalami sejumlah perubahan yang mengesankan. Saat lahir, ia sudah memiliki hampir semua neuron yang pernah dimilikinya. Pada usia satu tahun, ukuran otak bayi telah mencapai dua\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/toddler-3995508_640.jpg?fit=640%2C427&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1785,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","url_meta":{"origin":1177,"position":4},"title":"Menanggapi Tangisan Bayi","date":"October 4, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi? Pernyataan bahwa 'Bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-paru mereka' adalah tidak benar. Bayi tidak perlu melatih paru-parunya dengan menangis. Menangis dirancang sebagai cara berkomunikasi untuk mendapatkan perhatian orang dewasa disekitarnya. Menangis, dari\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?fit=1200%2C803&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2133,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1177,"position":5},"title":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi","date":"November 13, 2022","format":false,"excerpt":"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi. 1. Menangis Tangisan keras adalah cara bayi mengomunikasikan berbagai keluhan\u2014lapar, nyeri, kelelahan, kegelisahan, kesepian. Keadaan ini sering ditandai dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1177"}],"collection":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1177"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1419,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1177\/revisions\/1419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}