{"id":1785,"date":"2022-10-04T02:38:33","date_gmt":"2022-10-04T02:38:33","guid":{"rendered":"https:\/\/themommycorner.com\/?p=1785"},"modified":"2022-11-21T09:22:09","modified_gmt":"2022-11-21T09:22:09","slug":"menanggapi-tangisan-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","title":{"rendered":"Menanggapi Tangisan Bayi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pernyataan bahwa &#8216;Bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-paru mereka&#8217; adalah tidak benar.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bayi tidak perlu melatih paru-parunya dengan menangis. Menangis dirancang sebagai cara berkomunikasi untuk mendapatkan perhatian orang dewasa disekitarnya. Menangis, dari sudut pandang bayi, adalah cara untuk mengatakan sesuatu. Orang tua hanya perlu mencari tahu apa itu! <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak penelitian tentang perbedaan tangisan bayi. Beberapa penelitian adalah tentang berbagai cara bayi menangis ketika mereka sakit. Jika kita dapat memahami &#8216;bahasa&#8217; ini, menangis dapat memberi tahu kita tentang keadaan fisik dan emosional bayi.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan ada saat-saat ketika bayi menangis untuk waktu yang lama dan dalam hal ini Anda harus konsultasi dengan seorang medical profesional. Menangis berkepanjangan sering dikaitkan dengan kolik. Namun, Anda harus berhati-hati dalam membuat asumsi tentang kolik tanpa mencari nasihat profesional.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?resize=489%2C327&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-1794\" width=\"489\" height=\"327\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?resize=1024%2C686&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?resize=300%2C201&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?resize=768%2C514&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?resize=1140%2C763&amp;ssl=1 1140w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 489px) 100vw, 489px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption><em>Pernyataan bahwa &#8216;Bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-paru mereka&#8217; adalah tidak benar.<\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Apakah benar membiarkan bayi menangis akan mengajarinya untuk menenangkan dirinya sendiri?&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika seorang bayi merasa tidak nyaman atau tertekan, bagian otaknya akan memperingatkannya untuk waspada. Sistem limbik, di tengah otaknya dirangsang. Upaya orang tua untuk menenangkan bayi dapat membantu menenangkan dan mengatur bagian otak ini. Ketika orang tua memberi tahu bayi bahwa \u2018semua akan baik-baik saja\u2019, pada saat yang sama, sistem limbik mengomunikasikan pesan ke bagian otak bayi yang berkembang pesat (korteks, bagian berkerut di bagian luar otak). Jika pengalaman itu cukup sering terjadi, otak bayi akan menghubungkan koneksi. Ini memungkinkan bayi untuk mengakses sensasi menenangkan yang sudah dikenalnya di masa kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayi belajar tentang hubungan dengan orang sekitarnya, lingkungan sekitarnya&nbsp; dan diri mereka sendiri sejak lahir (bahkan saat ada dalam kandungan). Melalui respons sensitif orang tua, bayi akan perlahan-lahan belajar untuk menghibur atau menenangkan diri mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang bayi belajar untuk mendapat rasa nyaman melalui hubungannya dengan orang tuanya. Bayi mendapat rasa nyaman melalui panca indranya. Contohnya: Bayi merasa nyaman ketika mendengar suara atau melihat wajah orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kontak kulit ke kulit setelah lahir merupakan awal bayi mengalami kedekatan dengan orang tuanya. Kontak ini membantu bayi untuk tenang setelah kelahiran.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?resize=474%2C315&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-1795\" width=\"474\" height=\"315\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?resize=1140%2C760&amp;ssl=1 1140w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/infant-4025284_1280.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 474px) 100vw, 474px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Orang tua dan bayi akan secara bertahap mengenal satu sama lain, sehingga orang tua dapat mulai menilai bagaimana keadaan bayinya. Orang tua akan belajar untuk mengamati dan menunggu sebentar apakah bayinya dapat menenangkan dirinya sendiri atau memerlukan bantuan. Dan dengan seiring berjalannya waktu, bayi mungkin akan memiliki barang-barang tertentu yang mengingatkan mereka pada orang tua mereka, seperti mainan atau selimut yang dapat menghibur atau menenangkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Cara Menenangkan Bayi yang Tidak Membantu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bayi dan anak-anak akan mengembangkan cara untuk menghibur atau menenangkan diri mereka sendiri jika orang dewasa disekitar mereka kurang sensitif, tetapi perilaku yang mereka kembangkan seringkali tidak membantu perkembangan mereka. Misalnya, mereka suka membenturkan kepala untuk menenangkan diri atau ketergantungan yang berlebihan terhadap suatu barang, seperti boneka atau selimut.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa bayi yang dibiarkan menangis dalam waktu lama mungkin akan berhenti menangis karena mereka telah belajar bahwa tidak ada yang akan datang untuk menenangkan mereka. Namun para peneliti telah menemukan bahwa sistem hormon bayi-bayi ini berada di bawah banyak tekanan. Seorang bayi akan belajar menenangkan diri dengan cara yang sehat, jika kita bisa menanggapi tangisan bayi dengan cara yang sensitif.<\/p>\n\n\n\n<p>*Konten yang disajikan di situs web ini hanya memberikan informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat dokter Anda atau dokter anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter anda atau dokter anak Anda.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi? Pernyataan bahwa &#8216;Bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-paru mereka&#8217; adalah tidak benar. Bayi tidak perlu melatih paru-parunya dengan menangis. Menangis dirancang sebagai cara berkomunikasi untuk mendapatkan perhatian orang dewasa disekitarnya. Menangis, dari sudut pandang bayi, adalah cara untuk mengatakan sesuatu. Orang tua hanya perlu mencari tahu apa itu! Ada banyak penelitian tentang perbedaan tangisan bayi. Beberapa penelitian adalah tentang berbagai cara bayi menangis ketika mereka sakit. Jika kita dapat memahami &#8216;bahasa&#8217; ini, menangis dapat memberi tahu kita tentang keadaan fisik dan emosional bayi. Akan ada saat-saat ketika bayi menangis untuk waktu yang lama dan dalam hal ini Anda harus konsultasi dengan seorang medical profesional. Menangis berkepanjangan sering dikaitkan dengan kolik. Namun, Anda harus berhati-hati dalam membuat asumsi tentang kolik tanpa mencari nasihat profesional. Apakah benar membiarkan bayi menangis akan mengajarinya untuk menenangkan dirinya sendiri?&nbsp; Ketika seorang bayi merasa tidak nyaman atau tertekan, bagian otaknya akan memperingatkannya untuk waspada. Sistem limbik, di tengah otaknya dirangsang. Upaya orang tua untuk menenangkan bayi dapat membantu menenangkan dan mengatur bagian otak ini. Ketika orang tua memberi tahu bayi bahwa \u2018semua akan baik-baik saja\u2019, pada saat yang sama, sistem limbik mengomunikasikan pesan ke bagian otak bayi yang berkembang pesat (korteks, bagian berkerut di bagian luar otak). Jika pengalaman itu cukup sering terjadi, otak bayi akan menghubungkan koneksi. Ini memungkinkan bayi untuk mengakses sensasi menenangkan yang sudah dikenalnya di masa kedepan. Bayi belajar tentang hubungan dengan orang sekitarnya, lingkungan sekitarnya&nbsp; dan diri mereka sendiri sejak lahir (bahkan saat ada dalam kandungan). Melalui respons sensitif orang tua, bayi akan perlahan-lahan belajar untuk menghibur atau menenangkan diri mereka sendiri. Seorang bayi belajar untuk mendapat rasa nyaman melalui hubungannya dengan orang tuanya. Bayi mendapat rasa nyaman melalui panca indranya. Contohnya: Bayi merasa nyaman ketika mendengar suara atau melihat wajah orang tuanya. Kontak kulit ke kulit setelah lahir merupakan awal bayi mengalami kedekatan dengan orang tuanya. Kontak ini membantu bayi untuk tenang setelah kelahiran. Orang tua dan bayi akan secara bertahap mengenal satu sama lain, sehingga orang tua dapat mulai menilai bagaimana keadaan bayinya. Orang tua akan belajar untuk mengamati dan menunggu sebentar apakah bayinya dapat menenangkan dirinya sendiri atau memerlukan bantuan. Dan dengan seiring berjalannya waktu, bayi mungkin akan memiliki barang-barang tertentu yang mengingatkan mereka pada orang tua mereka, seperti mainan atau selimut yang dapat menghibur atau menenangkannya. Cara Menenangkan Bayi yang Tidak Membantu Bayi dan anak-anak akan mengembangkan cara untuk menghibur atau menenangkan diri mereka sendiri jika orang dewasa disekitar mereka kurang sensitif, tetapi perilaku yang mereka kembangkan seringkali tidak membantu perkembangan mereka. Misalnya, mereka suka membenturkan kepala untuk menenangkan diri atau ketergantungan yang berlebihan terhadap suatu barang, seperti boneka atau selimut. Beberapa bayi yang dibiarkan menangis dalam waktu lama mungkin akan berhenti menangis karena mereka telah belajar bahwa tidak ada yang akan datang untuk menenangkan mereka. Namun para peneliti telah menemukan bahwa sistem hormon bayi-bayi ini berada di bawah banyak tekanan. Seorang bayi akan belajar menenangkan diri dengan cara yang sehat, jika kita bisa menanggapi tangisan bayi dengan cara yang sensitif. *Konten yang disajikan di situs web ini hanya memberikan informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat dokter Anda atau dokter anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter anda atau dokter anak Anda.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1794,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","om_disable_all_campaigns":false,"_mi_skip_tracking":false},"categories":[77,72],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-04T02:38:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-21T09:22:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"857\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/\",\"name\":\"Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-10-04T02:38:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-21T09:22:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\"},\"description\":\"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menanggapi Tangisan Bayi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\",\"name\":\"The Mommy Corner\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"The Mommy Corner\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/themommycorner.com\"],\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner","description":"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner","og_description":"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?","og_url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/","article_published_time":"2022-10-04T02:38:33+00:00","article_modified_time":"2022-11-21T09:22:09+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":857,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"The Mommy Corner","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Themommycorner1","twitter_site":"@Themommycorner1","twitter_misc":{"Written by":"The Mommy Corner","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","name":"Menanggapi Tangisan Bayi - The Mommy Corner","isPartOf":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website"},"datePublished":"2022-10-04T02:38:33+00:00","dateModified":"2022-11-21T09:22:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4"},"description":"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/themommycorner.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menanggapi Tangisan Bayi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website","url":"https:\/\/themommycorner.com\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4","name":"The Mommy Corner","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","caption":"The Mommy Corner"},"sameAs":["http:\/\/themommycorner.com"],"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?fit=1280%2C857&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":1735,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/02\/memanjakan-bayi-dengan-terlalu-banyak-menggendongnya-saat-dia-menangis\/","url_meta":{"origin":1785,"position":0},"title":"Memanjakan Bayi dengan Terlalu Banyak Menggendongnya Saat Dia Menangis?","date":"October 2, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah itu benar Anda dapat memanjakan bayi dengan terlalu banyak menggendongnya saat dia menangis? Interaksi sehari-hari antara orang tua dan bayi sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat. Bagian dari hubungan ini dibentuk ketika bayi menangis. Ketika tangisan bayi disambut dengan respons yang tepat dan tanpa penundaan terlalu lama, dia\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-821625_1280.jpg?fit=1200%2C801&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1937,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/17\/tips-mengatasi-tangisan-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1785,"position":1},"title":"Tips Mengatasi Tangisan Bayi","date":"October 17, 2022","format":false,"excerpt":"Tips Mengatasi Tangisan Bayi Setiap bayi berbeda dan Anda mungkin telah menemukan beberapa cara unik untuk menenangkan bayi Anda. Pertanyaan tentang bagaimana menanggapi tangisan bayi adalah sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Ini melibatkan pemahaman tentang perkembangan otak emosional, keterikatan dan perpisahan, pengalaman Anda, sikap antargenerasi dan kebutuhan individu\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-1866249_640.jpg?fit=427%2C640&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1732,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/02\/apa-yang-bayi-komunikasikan-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1785,"position":2},"title":"Apa yang Bayi Komunikasikan?","date":"October 2, 2022","format":false,"excerpt":"Apa yang bayi komunikasikan dan bagaimana cara bayi berkomunikasi? Bayi akan berkomunikasi ketika mereka merasakan sesuatu atau ada yang terjadi pada mereka. Mereka akan menangis saat lapar, saatnya mengganti popok atau saat mereka merasa overstimulasi oleh semua informasi yang masuk ke otak mereka melalui indera mereka: melalui mata, telinga, kulit\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-2387661_1280.jpg?fit=1200%2C797&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1661,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/19\/cara-bayi-berkomunikasi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1785,"position":3},"title":"Cara Bayi Berkomunikasi","date":"September 19, 2022","format":false,"excerpt":"Bagaimana cara bayi berkomunikasi dengan kita? Sebelum bisa mengucapkan kata-kata pertamanya, bayi umumnya memiliki banyak cara untuk mengomunikasikan perasaannya kepada kita. Mereka menggunakan komunikasi non-verbal, yaitu komunikasi tanpa kata-kata. Cara mereka berkomunikasi tidak hanya dalam bentuk tangisan, tetapi juga melalui ekspresi wajah mereka, suara mereka dan seluruh tubuh mereka: tersenyum,\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balloons-4293375_1920.jpg?fit=442%2C422&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2133,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1785,"position":4},"title":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi","date":"November 13, 2022","format":false,"excerpt":"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi. 1. Menangis Tangisan keras adalah cara bayi mengomunikasikan berbagai keluhan\u2014lapar, nyeri, kelelahan, kegelisahan, kesepian. Keadaan ini sering ditandai dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2089,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/30\/manfaat-menggendong-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":1785,"position":5},"title":"Manfaat Menggendong Bayi","date":"October 30, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah bayi perlu sering digendong? dan apakah manfaat menggendong bayi? Anda pasti sering mendengar, bayi yang sering digendong akan menjadi manja. Ini adalah mitos, yang benar adalah ketika bayi sedang beradaptasi dengan dunia barunya, bayi perlu banyak digendong, karena kita sebagai orang tua atau pengasuh adalah tempat si kecil bernaung\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/father-5358083_1280.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1785"}],"collection":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1785"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2234,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1785\/revisions\/2234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}