{"id":2133,"date":"2022-11-13T11:41:13","date_gmt":"2022-11-13T11:41:13","guid":{"rendered":"https:\/\/themommycorner.com\/?p=2133"},"modified":"2022-11-21T08:46:21","modified_gmt":"2022-11-21T08:46:21","slug":"tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","title":{"rendered":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi"},"content":{"rendered":"\n<p>Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">1. <strong>Menangis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tangisan keras adalah cara bayi mengomunikasikan berbagai keluhan\u2014lapar, nyeri, kelelahan, kegelisahan, kesepian. Keadaan ini sering ditandai dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak terkoordinasi. Bayi dalam keadaan menangis tidak dapat memberikan perhatiannya pada apa pun kecuali keresahannya. Ini adalah keadaan yang paling menjengkelkan bagi bayi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">2. <strong>Kewaspadaan yang Tenang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan waspada yang tenang adalah keadaan yang relatif santai yang ditandai dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Ini adalah keadaan di mana bayi paling memperhatikan lingkungan mereka. Mereka terjaga, bermata cerah, penuh perhatian, dan reseptif. Mereka tampak siap untuk belajar. Ini adalah keadaan ideal untuk interaksi orang dewasa dengan bayi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>3. Kewaspadaan Aktif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam keadaan siaga aktif, bayi terjaga. Keterlibatan mereka yang mendalam dalam gerakan tubuh mereka sendiri mengalihkan perhatian mereka dari kesadaran akan rangsangan lain. Secara khusus, mereka kurang memperhatikan rangsangan visual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">4. <strong>Kewaspadaan yang Rewel<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan waspada rewel adalah keadaan tidak teratur di mana bayi mengalihkan perhatian mereka dari rangsangan dan menjadi rewel. Keadaan ini sering mengikuti keadaan siaga aktif. Dalam keadaan waspada rewel, bayi tidak dapat mengontrol respons mereka terhadap rangsangan dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mendapatkan kendali dan mengatasi perasaan frustrasi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>5. Mengantuk<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan mengantuk adalah keadaan transisi antara tidur lelap dan tenang atau kewaspadaan aktif. Keadaan ini bisa muncul saat bayi hendak tertidur atau baru bangun tidur. Gerakan tubuh agak lemah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah keadaan yang agak tidak teratur di mana bayi hanya sedikit memperhatikan rangsangan eksternal. Perhatian bayi tidak terfokus, dan saat dia berjuang untuk menyesuaikan diri dari satu keadaan ke keadaan lain, dia mungkin merengek atau menangis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">6. <strong>Tidur Ringan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bayi dalam keadaan tidur ringan mudah terkejut. Pernapasan mereka tidak teratur, lengan dan kaki mereka bergerak dengan cepat, biasanya ditarik ke dekat tubuh mereka. Bayi cukup rentan terhadap rangsangan eksternal dalam keadaan ini. Saat dibangunkan dari keadaan tidur ringan, beberapa bayi akan terbangun dengan rewel dan tidak teratur. Yang lain mencoba untuk menutup rangsangan eksternal dan tenggelam ke dalam tidur yang lebih dalam, meskipun ini mungkin cukup sulit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">7. <strong>Tidur nyenyak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika bayi memasuki kondisi tidur nyenyak, mereka menjadi sangat tenang, pernapasan mereka menjadi teratur, mata mereka tertutup rapat, dan lengan serta kaki mereka lemas. Wajah bayi akan rileks dan tanpa ekspresi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?resize=449%2C299&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-2134\" width=\"449\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?resize=1140%2C760&amp;ssl=1 1140w, https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w\" sizes=\"(max-width: 449px) 100vw, 449px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption>Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Bayi menghabiskan sembilan bulan pertama mereka di lingkungan yang aman di rahim ibu mereka di mana sistem biologis mereka diatur secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama beberapa bulan pertama setelah lahir, bayi bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka, untuk mengatur sistem biologis dan perilaku mereka, dan untuk menjadi terorganisir. Ini adalah proses yang kompleks, dan banyak pola perilaku bayi baru lahir seperti gerakan yang tersentak-sentak, menangis, pernapasan yang tidak teratur, tidur yang terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada waktu yang berbeda, bayi menunjukkan perilaku dan temperamen yang berbeda. Kondisi yang berbeda ini disebut <em>behavioral states (keadaan perilaku)<\/em>. Keadaan perilaku muncul dari dalam bayi, dan menunjukkan sejauh mana sistem bayi diatur&nbsp; dalam konteks tertentu pada waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan perilaku dicirikan oleh tingkat kewaspadaan dan aktivitas motorik yang berbeda. Berbagai keadaan perilaku bayi berfluktuasi, berkisar dari tingkat disorganisasi dan agitasi yang tinggi, seperti ketika bayi menangis, hingga tingkat keteraturan dan ketenangan yang tinggi, seperti keadaan kewaspadaan yang tenang atau tidur nyenyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan perilaku berkisar dari tingkat disorganisasi dan agitasi yang tinggi, seperti ketika bayi menangis, hingga tingkat keteraturan dan ketenangan yang tinggi, seperti keadaan kewaspadaan yang tenang atau tidur nyenyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara semua bayi menunjukkan semua keadaan perilaku berikut pada suatu waktu. Reaksi bayi terhadap rangsangan berbeda tergantung pada keadaan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><\/p>\n\n\n\n<p>*Konten yang disajikan di situs web ini hanya memberikan informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat dokter Anda atau dokter anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter anda atau dokter anak Anda.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi. 1. Menangis Tangisan keras adalah cara bayi mengomunikasikan berbagai keluhan\u2014lapar, nyeri, kelelahan, kegelisahan, kesepian. Keadaan ini sering ditandai dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak terkoordinasi. Bayi dalam keadaan menangis tidak dapat memberikan perhatiannya pada apa pun kecuali keresahannya. Ini adalah keadaan yang paling menjengkelkan bagi bayi. 2. Kewaspadaan yang Tenang Keadaan waspada yang tenang adalah keadaan yang relatif santai yang ditandai dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Ini adalah keadaan di mana bayi paling memperhatikan lingkungan mereka. Mereka terjaga, bermata cerah, penuh perhatian, dan reseptif. Mereka tampak siap untuk belajar. Ini adalah keadaan ideal untuk interaksi orang dewasa dengan bayi. 3. Kewaspadaan Aktif Dalam keadaan siaga aktif, bayi terjaga. Keterlibatan mereka yang mendalam dalam gerakan tubuh mereka sendiri mengalihkan perhatian mereka dari kesadaran akan rangsangan lain. Secara khusus, mereka kurang memperhatikan rangsangan visual. 4. Kewaspadaan yang Rewel Keadaan waspada rewel adalah keadaan tidak teratur di mana bayi mengalihkan perhatian mereka dari rangsangan dan menjadi rewel. Keadaan ini sering mengikuti keadaan siaga aktif. Dalam keadaan waspada rewel, bayi tidak dapat mengontrol respons mereka terhadap rangsangan dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mendapatkan kendali dan mengatasi perasaan frustrasi mereka. 5. Mengantuk Keadaan mengantuk adalah keadaan transisi antara tidur lelap dan tenang atau kewaspadaan aktif. Keadaan ini bisa muncul saat bayi hendak tertidur atau baru bangun tidur. Gerakan tubuh agak lemah. Ini adalah keadaan yang agak tidak teratur di mana bayi hanya sedikit memperhatikan rangsangan eksternal. Perhatian bayi tidak terfokus, dan saat dia berjuang untuk menyesuaikan diri dari satu keadaan ke keadaan lain, dia mungkin merengek atau menangis. 6. Tidur Ringan Bayi dalam keadaan tidur ringan mudah terkejut. Pernapasan mereka tidak teratur, lengan dan kaki mereka bergerak dengan cepat, biasanya ditarik ke dekat tubuh mereka. Bayi cukup rentan terhadap rangsangan eksternal dalam keadaan ini. Saat dibangunkan dari keadaan tidur ringan, beberapa bayi akan terbangun dengan rewel dan tidak teratur. Yang lain mencoba untuk menutup rangsangan eksternal dan tenggelam ke dalam tidur yang lebih dalam, meskipun ini mungkin cukup sulit. 7. Tidur nyenyak Ketika bayi memasuki kondisi tidur nyenyak, mereka menjadi sangat tenang, pernapasan mereka menjadi teratur, mata mereka tertutup rapat, dan lengan serta kaki mereka lemas. Wajah bayi akan rileks dan tanpa ekspresi. Bayi menghabiskan sembilan bulan pertama mereka di lingkungan yang aman di rahim ibu mereka di mana sistem biologis mereka diatur secara otomatis. Selama beberapa bulan pertama setelah lahir, bayi bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka, untuk mengatur sistem biologis dan perilaku mereka, dan untuk menjadi terorganisir. Ini adalah proses yang kompleks, dan banyak pola perilaku bayi baru lahir seperti gerakan yang tersentak-sentak, menangis, pernapasan yang tidak teratur, tidur yang terganggu. Pada waktu yang berbeda, bayi menunjukkan perilaku dan temperamen yang berbeda. Kondisi yang berbeda ini disebut behavioral states (keadaan perilaku). Keadaan perilaku muncul dari dalam bayi, dan menunjukkan sejauh mana sistem bayi diatur&nbsp; dalam konteks tertentu pada waktu tertentu. Keadaan perilaku dicirikan oleh tingkat kewaspadaan dan aktivitas motorik yang berbeda. Berbagai keadaan perilaku bayi berfluktuasi, berkisar dari tingkat disorganisasi dan agitasi yang tinggi, seperti ketika bayi menangis, hingga tingkat keteraturan dan ketenangan yang tinggi, seperti keadaan kewaspadaan yang tenang atau tidur nyenyak. Keadaan perilaku berkisar dari tingkat disorganisasi dan agitasi yang tinggi, seperti ketika bayi menangis, hingga tingkat keteraturan dan ketenangan yang tinggi, seperti keadaan kewaspadaan yang tenang atau tidur nyenyak. Sementara semua bayi menunjukkan semua keadaan perilaku berikut pada suatu waktu. Reaksi bayi terhadap rangsangan berbeda tergantung pada keadaan mereka. *Konten yang disajikan di situs web ini hanya memberikan informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat dokter Anda atau dokter anak Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter anda atau dokter anak Anda.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","om_disable_all_campaigns":false,"_mi_skip_tracking":false},"categories":[77,72],"tags":[128,127],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-13T11:41:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-21T08:46:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Themommycorner1\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"The Mommy Corner\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/\",\"name\":\"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-11-13T11:41:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-21T08:46:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\"},\"description\":\"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4\",\"name\":\"The Mommy Corner\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"The Mommy Corner\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/themommycorner.com\"],\"url\":\"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner","description":"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner","og_description":"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.","og_url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/themommycorner2022\/","article_published_time":"2022-11-13T11:41:13+00:00","article_modified_time":"2022-11-21T08:46:21+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"The Mommy Corner","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Themommycorner1","twitter_site":"@Themommycorner1","twitter_misc":{"Written by":"The Mommy Corner","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/","name":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi - The Mommy Corner","isPartOf":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website"},"datePublished":"2022-11-13T11:41:13+00:00","dateModified":"2022-11-21T08:46:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4"},"description":"Hubungan pengasuh dan bayi merupakan faktor terpenting dalam program pengasuhan bayi yang berkualitas. Pertama-tama kita akan melihat tujuh keadaan perilaku bayi yang merupakan karakteristik bayi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/11\/13\/tujuh-keadaan-perilaku-bayi-the-mommy-corner\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/themommycorner.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tujuh Keadaan Perilaku Bayi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#website","url":"https:\/\/themommycorner.com\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/themommycorner.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/e2bbe21da2532fcff47d762d71aae1c4","name":"The Mommy Corner","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/themommycorner.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a13830c15afde9a517f920ba76e5e9c4?s=96&d=mm&r=g","caption":"The Mommy Corner"},"sameAs":["http:\/\/themommycorner.com"],"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/author\/enny_indrasantihotmail-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/child-3046494_1280.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":1785,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/04\/menanggapi-tangisan-bayi\/","url_meta":{"origin":2133,"position":0},"title":"Menanggapi Tangisan Bayi","date":"October 4, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah benar seorang bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-parunya? Bagaimana kita menanggapi tangisan bayi? Pernyataan bahwa 'Bayi perlu menangis karena itu baik untuk paru-paru mereka' adalah tidak benar. Bayi tidak perlu melatih paru-parunya dengan menangis. Menangis dirancang sebagai cara berkomunikasi untuk mendapatkan perhatian orang dewasa disekitarnya. Menangis, dari\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-215303_1280.jpg?fit=1200%2C803&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2089,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/30\/manfaat-menggendong-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":2133,"position":1},"title":"Manfaat Menggendong Bayi","date":"October 30, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah bayi perlu sering digendong? dan apakah manfaat menggendong bayi? Anda pasti sering mendengar, bayi yang sering digendong akan menjadi manja. Ini adalah mitos, yang benar adalah ketika bayi sedang beradaptasi dengan dunia barunya, bayi perlu banyak digendong, karena kita sebagai orang tua atau pengasuh adalah tempat si kecil bernaung\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/father-5358083_1280.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1732,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/02\/apa-yang-bayi-komunikasikan-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":2133,"position":2},"title":"Apa yang Bayi Komunikasikan?","date":"October 2, 2022","format":false,"excerpt":"Apa yang bayi komunikasikan dan bagaimana cara bayi berkomunikasi? Bayi akan berkomunikasi ketika mereka merasakan sesuatu atau ada yang terjadi pada mereka. Mereka akan menangis saat lapar, saatnya mengganti popok atau saat mereka merasa overstimulasi oleh semua informasi yang masuk ke otak mereka melalui indera mereka: melalui mata, telinga, kulit\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-2387661_1280.jpg?fit=1200%2C797&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1937,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/17\/tips-mengatasi-tangisan-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":2133,"position":3},"title":"Tips Mengatasi Tangisan Bayi","date":"October 17, 2022","format":false,"excerpt":"Tips Mengatasi Tangisan Bayi Setiap bayi berbeda dan Anda mungkin telah menemukan beberapa cara unik untuk menenangkan bayi Anda. Pertanyaan tentang bagaimana menanggapi tangisan bayi adalah sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Ini melibatkan pemahaman tentang perkembangan otak emosional, keterikatan dan perpisahan, pengalaman Anda, sikap antargenerasi dan kebutuhan individu\u2026","rel":"","context":"In &quot;Home&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-1866249_640.jpg?fit=427%2C640&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1735,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/10\/02\/memanjakan-bayi-dengan-terlalu-banyak-menggendongnya-saat-dia-menangis\/","url_meta":{"origin":2133,"position":4},"title":"Memanjakan Bayi dengan Terlalu Banyak Menggendongnya Saat Dia Menangis?","date":"October 2, 2022","format":false,"excerpt":"Apakah itu benar Anda dapat memanjakan bayi dengan terlalu banyak menggendongnya saat dia menangis? Interaksi sehari-hari antara orang tua dan bayi sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat. Bagian dari hubungan ini dibentuk ketika bayi menangis. Ketika tangisan bayi disambut dengan respons yang tepat dan tanpa penundaan terlalu lama, dia\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/baby-821625_1280.jpg?fit=1200%2C801&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1681,"url":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/2022\/09\/21\/memupuk-perkembangan-otak-bayi-the-mommy-corner\/","url_meta":{"origin":2133,"position":5},"title":"Memupuk Perkembangan Otak Bayi","date":"September 21, 2022","format":false,"excerpt":"Bagaimana cara memupuk perkembangan otak bayi? Sejak bayi lahir, cara otak mereka berkembang dipengaruhi oleh interaksi yang terjadi dengan orang-orang yang merawatnya dan lingkungannya. Ketika kita menggendong mereka, berbicara dengan mereka, memeluk mereka dan tersenyum pada mereka, akan mengirimkan pesan ke otak bayi yang membantu bagian-bagian tertentu dari otak mereka\u2026","rel":"","context":"In &quot;Parenting&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/themommycorner.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mother-84628_640.jpg?fit=640%2C427&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133"}],"collection":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2133"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2216,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133\/revisions\/2216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/themommycorner.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}